Mengolah Tanah untuk Menanam Bawang Merah - Bawang Bawangan

Panduan budidaya menanam aneka tanaman di dunia

Mengolah Tanah untuk Menanam Bawang Merah

Menanam Bawang Merah, BawangBawangan.Com - Dalam budidaya bawang merah langkah pertama yang harus di kerjakan adalah cara mengolah tanah sebagai lahan untuk di tanami bawang merah.
Adapun cara mengolah tanah untuk di jadikan lahan penanaman bawang merah,yaitu :

Mula-mula tanah dibalik dengan membentuk lahan menjadi gundukan atau bedengan-bedengan seperti gambar lahan tanah tanam bawang merah berikut ini :


bercocok tanam bawang merah
Gambar Bedengan Lahan Tanah untuk bercocok tanam bawang merah
Selanjutnya biarkan bedengan-bedengan yang telah di buat untuk beberapa hari agar kering karena pengaruh sinar matahari.

Sesudah tanah menjadi kering, maka gumpalan-gumplan dari lahan tanah dipecah-pecah kecil kemudian buat mejadi rata.

Lahan Tanah Untuk Menanam Bawang Merah

Berkenaan dengan lahan tanah yang akan di tanami bawang merah paling penting untuk di perhatikan adalah masalah PH tanah atau keasaman tanah.

Apabila Ph tanah tergolong rendah, maka tanah membutuhkan pemberian kapur sebagai langkah untuk me-netralkan tanah.

Adapun efek buruk dari tanah yang ber Ph rendah atau tanah yang berasam itu, antara lain :

unsur hara makro tidak bisa menyumbangkan kesuburan tanah dalam jumlah cukup, dan unsur hara mikro menjddi berlebihan sehingga keberadaan tanah dapat meracuni tanaman bawang.

Sedangkan lahan tanah yang ph-nya terlalu tinggi atau keasaman juga dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme di dalam tanah.

Selain itu, akar tanaman bawang juga kurang begitu berkembang (hanya menyebar di area permukaan tanah) sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lambat.

 Mengolah Tanah untuk Menanam Bawang Merah


Sebagai rujukan paling simpel, bagi lahan tanah yang kering di sekitar perkampungan bisa di dorong dengan memberikan kapur kapur dolomit pada tanah dengan dosis sekitar 4 ton per hektarnya dengan cara sebagai berikut :

1. Lakukan penggemburan pada tanah dan tanah juga di bersihkan dari rerumputan pengganggu atau gulma.
2. Lahan tanah yang akan dikapur dibagi menjadi area yang lebih minim, yaitu sekitar kurang lebihnya 250 meter persegi dan dipasangi patok bambu untuk di jadikan sebagai tetenger atau tanda.
3. Menaburi lahan tanah sekitar 100 kg dari kapur dolomit dengan merata.
4. Tanah dicangkuli lagi dan diberi air, khususnya jika pengapuran di berikan saat musim kemarau.

Terkait :  Budidaya Bawang Merah Pada Musim Kemarau

Back To Top