Cara Panen Dan Pasca Panen Bawang Merah Lengkap - Bawang Bawangan

Panduan budidaya menanam aneka tanaman di dunia

Cara Panen Dan Pasca Panen Bawang Merah Lengkap

Cara Memanen Bawang Merah, Petani bawang merah merasa senang dan bahagia,  jika tanamannya berhasil bagus diiringi dengan harga yang baik pula . Masa panen bawang merah atau pemungutan hasil tanaman bawang merah biasanya setelah tanaman berumur 50 sampai dengan 80 hari .

Akan tetapi, jika hasil tersebut disiapkan untuk pembuatan bibit bawang merah, sebaiknya tanaman bawang merah dicabut atau di panen setelah tanaman bawang merah berumur 70 hari.
Terkait : Cara membuat Sendiri bibit unggul bawang merah
Cara Panen Dan Pasca Panen Bawang Merah
Cara Panen Dan Pasca Panen Bawang Merah Lengkap

Ciri-ciri atau Tanda tanaman bawang merah sudah siap panen.

Masa panen bawang merah atau tanaman bawang merah siap untuk dipanen apabila :
  1. Tanaman sudah mulai banyak yang roboh
  2. Sepertiga sampai dua pertiga daun dan batang bawang sudah mulai tampak menguning dan layu.
  3. Umbi bawang merah sudah besar dan kelihatan di permukaan tanah

Cara memanen bawang merah

Cara Memanen Bawang Merah ini dengan cara mencabut seluruh tanaman, baik daun maupun umbi bawang secara berhati-hati, agar supaya umbi bawang merah tidak ada yang tertinggal di dalam tanah. 

Cara memanen bawang merah
Cara memanen bawang merah
Hasil dari pemungutan atau pencabutan bawang dikumpulkan, kemudian tiap 20 sampai 30 batang bawang merah tersebut bersama daun-daunnya diikat menjadi satu.

Proses pengeringan bawang merah dan cara menjemur bawang merah

Setelah panen bawang merah yang sudah terikat itu dijemur. Penjemuran tersebut diusahakan agar daun batang menutupi umbi bawang. Hal itu bertujuan untuk mencegah timbulnya luka bakar pada umbi bawang. Jika hasil panen Anda langsung dijual dalam keadaan basah, maka penjemuran dilakukan 2 sampai 5 hari, sehingga daun bawang menjadi layu.
Pembuatan Bibit Bawang Merah
Proses Pengeringa Bawang Merah
Jika hasil panen tersebut tidak dijadikan bibit, perlu kiranya dijemur selama 3 sampai 5 Minggu. Pada waktu penjemuran bawang, umbi bawang tidak boleh terkena air hujan, agar terhindar dari kerusakan dan pembusukan. Selanjutnya ikat ikatan bawang tersebut digantung pada gantungaan atau rak yang terbuat dari kayu memanjang serta mempunyai lubang angin yang luas.

Tinggi gantungan atau para-para dapur kira-kira 2 sampai 5 meter serta atapnya ditutup. Sebaiknya sebelum diletakkan di para-para dapur, terlebih dahulu diadakan pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit dengan jalan mengadakan penyemprotan menggunakan dithane.

Pada tiap-tiap bulan bawang tersebut diturunkan dan dikontrol kembali untuk diperselisihkan dari umbi yang rusak atau yang busuk. Adapun lama penyimpanan bakal bibit bawang merah ini disimpan sampai 3- 4 bulan.

Cara menjemur bawang merah

Selesai bawang merah di panen dengan ikat ikatan kecil tadi, Maka selanjutnya dibawa ke tempat lapang untuk dijemur. Jika kawat tersebut jauh dari jalan raya, maka penjemuran cukup di tempat asal penanaman bawang, sedangkan kalau sawah dekat dengan jalan raya, sebaiknya pencampuran di tempat yang kosong agak jauh dari jalan raya. Hal tersebut untuk memudahkan pengangkutan selanjutnya. Pada saat bawang merah dijemur tidak boleh ditinggal begitu saja melainkan dijaga, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada hari keempat, biasanya daun bawang sudah mengering, kemudian dilakukan penggendengan atau Dika dalam ukuran besar, yaitu 2 sampai 5 kg tiap ikatnya. Kotoran kotoran yang melekat pada umbi bawang maupun pada akar segera dibersihkan.

Pemasaran hasil panen bawang merah 

Biasanya pada bulan-bulan panen bawang merah harga pasaran mulai menurun atau murah, Karena jumlah produksi lebih banyak dari jumlah konsumen bawang. Hal tersebut mengakibatkan banyak bawang merah yang membusuk karena terlalu lama disimpan dalam keadaan basah.

Harga pasaran bawang merah tidak memilih harga dasar atau ketentuan yang mengikat masalah harga, tetapi ditentukan sesuai dengan keseimbangan jumlah produksi dan perilaku konsumen.

Apabila jumlah produksi lebih banyak dari konsumen, maka bisa dipastikan harga bawang merah relatif lebih rendah, namun jika produksi bawang merah lebih sedikit dari jumlah konsumen, maka akan mengalami kenaikan harga.

Pemasaran hasil panen bawang merah
Pemasaran hasil panen bawang merah
Sistem penjualan bawang merah pertani tidak langsung kepada konsumen, melainkan langsung pada tengkulak atau pedagang perantara yg membeli dari petani atau pemilik pertama. hal tersebut itu bisa mempermudah petani bawang merah dalam memasarkan hasil usaha bawang merah. Dengan demikian,  petani tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh penghasilan sbagai hasil upaya memeras keringat dan otak, serta membanting tulang demi kelangsungan hidupnya.

Pada tengkulak setelah membeli bawang merah dari petani, mereka langsung membawa bawang merah ke pasar atau ke tempat pelelangan bawang merah. Di tempat-tempat seperti itulah para pembeli yang juga merangkap jadi tengkulak dari daerah-daerah seperti Surabaya, Semarang, Jakarta, Bandung, Bekasi,Karawang dan kota-kota besar lainnya, telah siap mengangkut bawang merah guna memanfaatkannya kepada para konsumen langsung di pasar-pasar bawang. Pengiriman bawang merah banyak pula ke luar Pulau Jawa. Seperti halnya Balikpapan, Manado, Palembang dan kota-kota besar lainnya di luar pulau Jawa.

Terkait dengan Cara Panen Dan Pasca Panen Bawang Merah


Back To Top