Cara Menanam Sawi Hijau dan Sawi Putih dengan Biji - Bawang Bawangan

Panduan budidaya menanam aneka tanaman di dunia

Cara Menanam Sawi Hijau dan Sawi Putih dengan Biji

Teknik budidaya tanaman sawi, bawangbawangan.com, Tanaman sawi berdaun lonjong, halus, tidak berbulu dan tidak ber krop. sayuran sawi yang banyak ditanam di Indonesia sebenarnya dikenal juga dengan nama caisim.

Syarat tumbuh sayuran sawi

Sayuran sawi menginginkan tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Selain itu pulang tanah yang ditanami sawi harus memiliki drainase yang baik dengan nilai ph 6 sampai 7. sayuran sawi dapat ditanam di daratan rendah dan dataran tinggi. namun tanaman sawi lebih banyak diusahakan di daerah dataran rendah. tanaman sawi juga bisa ditanam pada saat musim kemarau asalkan tanaman sawi mendapatkan air yang cukup dalam penyiraman.

Jenis sawi yang banyak ditanam adalah sawi hijau, sawi putih, dan sawi ladang

Sawi putih dinamakan sawi putih karena batang dan daunnya yang berwarna hijau keputihan. nama lain dari pada saya putih adalah sawi Jabung, sawi putih ini memiliki lebar dan batang yang pendek serta tegap. sawi putih ini rasanya cukup enak. 
cara menanam sawi
Sayuran Sawi

Jenis sawi hijau juga memiliki batang yang banyak dan tegap. dan memiliki daun lebih hijau daripada sawi putih. tangkai daunnya berbentuk pipih, rasanya agak pahit tetapi banyak disukai oleh masyarakat.

Jenis sawi ladang memiliki batang yang panjang dan langsing. sawi ladang ini juga disebut sebagai sawi Huma. memiliki daun yang panjang tapi sempit, warnanya hijau keputih-putihan. jenis Sawi ini Justru lebih menyukai tanah yang kering atau peladangan seperti nama yang disandangnya. 

Pem-bibit-an sayuran sawi
Dalam budidaya sawi biasanya dilakukan dengan menanamkan biji sawi. biji sawi didapatkan dari tanaman yang dibiarkan hingga berkembang dan menjadi tua, berbuah, dan menghasilkan biji. kebutuhan benih sawit per hektar nya hanya 700 g. sebelum ditanamkan, biji sawi harus disemaikan terlebih dahulu. dan dicampur dengan sedikit pasir dan ditaburkan ke lahan persemaian. bibit sawi dicampur dengan sedikit pasir dan ditaaburkan di persemaian. Sawi yang sudah berdaun 4 helai bisa dipindahkan ke lahan sawah atau kebun yang luas. biasanya sekitar umur 3 sampai 4 Minggu setelah persemaian.

tanaman sawi
cara memanen sawi

Cara Menanam Sayuran Sawi

Cara menyemai bibit sawi, Pada musim hujan merupakan pilihan yang tepat untuk menanam sayuran sawi. jika terpaksa bisa juga ditanam pada musim kemarau, akan tetapi harus bisa memberikan air dalam jumlah yang cukup bagi tanaman sayuran sawi.


Tanah yang telah diolah dengan pencangkulan dua kali sampai gembur, dibuat menjadi bedengan bedengan. tambahkan pupuk kandang sesuai dosis. tinggi bedengan sekitar 10 sampai 20 cm, lebar badan hanya 1 sampai 100 setengah meter, dan panjangnya disesuaikan dengan luas lahan. jarak antar bedengannya sekitar 35 cm.

Bibit Sawi yang sudah layak pindah bisa langsung ditanamkan di kebun atau sawah. bibit diangkat sekiranya tidak rusak akarnya. lalu kemudian ditanam dengan jarak tanam 30 kali 40 cm. cara menanam kan bibit sawi dilakukan pada waktu sore hari.

Cara memelihara tanaman sawi

Untuk memelihara tanaman sawi cukup mudah dilakukan, yaitu dengan cara menyiram secara rutin. dalam menyirami tanaman sawi dilakukan sejak dari persemaian hingga ditanamkan di lahan sawah atau kebun. dalam penyemaian menggunakan siraman ember atau gembor yang harus. ketika curah hujan sedikit, maka penyiraman dilakukan pada waktu pagi dan sore hari setiap hari.

Perhatikan juga setelah tanaman dipindahkan ke lapangan. tidak semua sayuran sawi mudah beradaptasi dengan baik. tanaman yang mati harus segera disulam, paling tidak seminggu setelah benih sawi ditanamkan.

Rumput-rumput liar yang tumbuh dan mengganggu tanaman sayuran sawi dicabut dan dimusnahkan. sebaiknya menggunakan koret sehingga dapat menggemburkan tanah disekitar tanaman Sawi.

Cara memupuk sayuran Sawi

Pada dasarnya tanaman sawi menyukai tanah yang gembur dan subur. oleh karena itu tanaman sawi harus diberi pupuk kandang sebanyak 10 sampai 15 ton per hektar nya. Selain pupuk kandang, sawi juga membutuhkan pupuk tambahan terutama yang banyak mengandung unsur nitrogen. pupuk urea dengan dosis 3 gram per tanaman sudah mencukupi. dosis ini setara dengan 60 kg kadar nitrogen per hektarnya. pupuk KCL dan TSP juga bisa diberikan dengan dosis sepertiganya saja. akan tetapi yang lebih penting adalah pupuk urea saja karena penting untuk pertumbuhan sayuran daun sawi ini.

Hama dan penyakit pada sayuran sawi dan cara mengatasinya

Cara mengatasi hama dan penyakit yang banyak menyerang tanaman sawi terutama adalah ulat yang memakan daun-daun sayuran sawi. gejala-gejalanya terlihat pada bekas-bekas gigitan ulat, berupa robekan tidak merata di daun sawi atau lubang-lubang. jenis hama nya antara lain yaitu crocidolomia binotalis dan plutella.
Adapun pengendaliannya dengan menggunakan insektisida diazinon 60 cc atau hostation 40 EC. dengan dosis penyemprotan 1-2 cc per 1 liter air dalam penyemprotan insektisida dihentikan minimal 20 hari sebelum panen agar tidak membahayakan masyarakat yang mengkonsumsinya.

Cara memanen tanaman sawi

Tanaman Sawi tergolong cepat dalam panennya. umur tanaman sawi sekitar 30 sampai 40 hari setelah ditanamkan dan layak untuk dikonsumsi. jika pertumbuhan tanaman sawi kurang baik, sawi rata-rata dipanen saat umur 2 bulan. dari satu hektar sawit dapat memperoleh sekitar 100 kuintal sayuran.

Pemanenan tanaman sawi dilakukan dengan cara mencabut semua bagian tanaman. bisa juga dengan memotong bagian tanaman di atas permukaan tanah tanpa menyertakan akarnya.
Namun, karena tanaman ini mudah layu terkena udara panas atau karena sinar matahari, maka penanganan panen dan pascapanen harus cepat dan tepat. malam atau pagi sebelum dibawa ke pasaran sawi baru dipetik. Sawi tidak disimpan terlalu lama.  tanaman sawi ditaruh dalam keranjang atau kotak dengan rapi. sebaiknya wadah ini ditutupi dengan dedaunan atau bahan-bahan lainnya agar tidak terkena terik matahari saat dibawa ke pasar.

Sayuran sawi yang dikemas dengan plastik khusus dan diletakkan di ruang berpendingin seperti di Toko swalayan yang daya Simpannya lebih lama.
Tag : Sayuran

Back To Top